Standart Operasional Prosedur, info, cara, dan seputar materi keperawatan, medis dan otomotif. . .terima kasih atas kunjungannya,kembali lagi lain waktu dan juga jangan lupa di bookmarks di browser kalian.

Selasa, 08 April 2014

Memahami kebutuhan dasar gizi anak

DOKTERGAUL.COM – Seperti yang kita
ketahui bersama bahwa saat ini
teknologi kian berkembang pesat,
namun ternyata tercatat satu dari tiap
tiga orang anak meninggal setiap
tahunnya karena gizi yang buruk.
Di Indonesia sendiri, saat ini masih ada
jutaan balita tercatat memiliki status
gizi yang buruk, hasil pemetaan dari
DEPKES menunjukkan bahwa 2 dari 4
orang anak di kabupaten di seluruh
Indonesia menderita gizi kurang.
Masalah kurang gizi ini banyak dialami
anak-anak sejak masih dalam
kandungan, dan sedihnya, kerusakan
yang terjadi tidak dapat diperbaiki
ketika anak menjelang dewasa. Anak-
anak yang pernah menderita status
kurang gizi cenderung memiliki tinggi
badan yang pendek dan biasanya tidak
berprestasi dalam proses pendidikan.
Di dunia kedokteran gizi buruk lebih
dikenal dengan nama Kurang Energi
Protein (KEP) tingkat berat. KEP, sesuai
dengan namanya, memiliki pengertian
keadaan kekurangan energi dan
protein akibat kurang mengonsumsi
makanan yang bergizi dan atau
menderita sakit dalam waktu lama.
KEP terbagi menjadi dua yaitu KEP
ringan dan KEP berat. KEP ringan
biasa disebut gizi kurang, terjadi bila
berat badan anak hanya 60-90 % dari
berat badan menurut standar yang
telah ditentukan. Sedangkan gizi buruk
atau KEP berat terjadi bila berat badan
anak kurang dari 60 % dari angka
standar.
Istilah yang juga berhubungan dengan
gizi buruk adalah marasmus dan
kwashiorkor. Bentuk marasmus terjadi
bila si anak lebih kekurangan kalori/
energi, sedangkan kwashiorkor lebih
karena kekurangan zat protein.
Pemeriksaan yang harus dilakukan untuk
memastikan gizi buruk adalah :
Penimbangan.
Pengukuran panjang/tinggi
badan, dan atau pemeriksaan
tanda klinis.
Pembandingan hasil pengukuran
dengan Buku Rujukan Penilaian
Status Gizi.
Pemeriksaan Darah Lengkap,
seperti Hb.
Bila dari hasil pembandingan hasilnya
jauh di bawah garis normal dan atau
ditemukan satu atau dua tanda klinis,
maka kemudian ditetapkan sebagai
Gizi Buruk.
Pengobatan dan Pencegahan Yang Bisa
Dilakukan
Pengobatan / Terapi
Kalori diberikan dalam bentuk
karbohidrat, lemak dan gula.
Pemberian protein akan dimulai
setelah sumber-sumber kalori lainnya
sudah meningkatkan energi. Suplemen
mineral dan vitamin juga penting
diberikan. Kadangkala anak-anak
penderita gizi buruk mengalami
intolerance lactosa, sehingga perlu
diberikan suplemen enzim lactase.
Terapi untuk kondisi ini bervariasi
tergantung dari berat ringan penyakit.
Apabila sudah sampai banyak
menimbulkan penyakit penyerta,
seperti diare, anemia, infeksi paru dan
kulit serta berbagai penyakit lainnya,
maka hal ini juga perlu diobati.
Penanganan yang dini biasanya
menimbulkan hasil yang baik. Pada
kondisi yang sudah berat, terapi bisa
meningkatkan kondisi kesehatan secara
umum, namun biasanya terdapat sisa
gejala fisik permanen dan akan muncul
masalah intelegensia di kemudian hari.
Pencegahan
Pencegahan yang bisa dilakukan untuk
menghindari status gizi buruk :
Berikan makanan yang tepat dan
seimbang kepada anak anda yang
terdiri dari karbohidrat, protein,
lemak, mineral dan vitamin.
Lemak minimal diberikan 10 %
dari total kalori yang dibutuhkan,
sementara protein diberikan 12
% dari total kalori. Sisanya
adalah karbohidrat.
Rajin mengukur berat badan dan
tinggi badan anak anda dan
mengawasi apakah anak anda
berada dalam standar
pertumbuhan normal.
Istilah yang juga berhubungan dengan
gizi buruk adalah marasmus dan
kwashiorkor. Bentuk marasmus terjadi
bila si anak lebih kekurangan kalori/
energi, sedangkan kwashiorkor lebih
karena kekurangan zat protein.
Gejala dan Tanda Yang Harus Diwaspadai
Gejala dan Tanda yang bisa ditemukan
pada anak yang menderita gizi buruk
adalah :
1. Anak sangat kurus.
2. Tinggi badan jauh lebih pendek
dibanding anak-anak seusianya.
3. Wajah seperti orang tua.
4. Anak tampak lemah, lesu dan
tidak bertenaga.
5. Cengeng dan rewel.
6. Rambut tipis, jarang, dan kusam.
7. Kulit keriput.
8. Tulang iga tampak jelas.
9. Pantat kendur dan keriput.
10. Perut cekung.
Akibat dan Pemeriksaan Yang Bisa
Dilakukan
Akibat yang bisa terjadi oleh status gizi
buruk adalah :
°Menyebabkan kematian bila tidak
segera ditanggulangi oleh tenaga
kesehatan.
°Intelegensia yang rendah.
Berat dan tinggi badan pada
umur dewasa lebih rendah dari
anak normal.
°Lebih sering terkena sakit infeksi
seperti batuk pilek, diare, TBC,
dan lain-lain karena turunnya
kekebalan tubuh.
Sumber: doktergaul.com
Offisial broadcah