Standart Operasional Prosedur, info, cara, dan seputar materi keperawatan, medis dan otomotif. . .terima kasih atas kunjungannya,kembali lagi lain waktu dan juga jangan lupa di bookmarks di browser kalian.

Senin, 11 September 2017

KOMUNIKASI TERAPEUTIK PENGKAJIAN KEBUTUHAN ISTIRAHAT TIDUR

Didha's blog - hadir lagi gan dengan materi komunuikasi terapeutik bab kebutuhan istirahat tidur pasien. ok langsung aja gan, tingalin komen ya biar gak berkesan numpang mapir.

I.            TOPIK : PENGKAJIAN KEBUTUHAN ISTIRAHAT dan TIDUR

II.     KONDISI PASIEN : An.X (13tahun) mengeluh semenjak 2hari dirawat di rumahsakit An.X susah tidur dan sering terbangun.

III.            Hal yang perlu dikaji :
ü  Berapa jam klien tidur dalam sehari, kapan bagaimana rinciannya, cukuk / tidak tidurnya?
ü  Apakah klien selalu tidur dengan teman atau seorang diri?
ü  Jam berapa klien biasa mulai untuk tidur?
ü  Bagaimana kebiasaan tidur pasien?
ü  Perangkat/alat apa yang biasa digunakan dan berapa jumlahnya? (misalnya : selimut, boneka, bantal, guling,dsb)
ü  Apakah ada masalah atau gangguan saat tidur?

IV.            STRATEGI KOMUNIKASI

             1.     FASE PRA INTERAKSI
a.    Evaluasi diri
·         Perawat menganalisa diri
·         Perawat mempersiapkan diri
·         Perawat mencuci tangan
b.    Verifikasi order
·         Perawat membaca status pasien
·         Ini pertemuan pertama
·         Perawat siap bertemu dengan pasien

             2.     FASE ORIENTASI
Perawat   : “selamat pagi adik.”
Pasien      : “pagi mbak.”
Perawat   : “namanya adik siapa?”
Pasien      : “andika, mbak.”
Perawat   : “oh adik andika, adik bisa paggil saya suster wiwik atau mbak wiwik juga boleh. Gimana keadaannya pagi ini?”
Pasien      : “masih lemas seperti kemarin mbak.”
Perawat   : “tadi udah sarapan belum?”
Pasien      : “sudah mbak.”
Perawat   : “sarapannya gimana? Habis nggak?”
Pasien      : “habis mbak, soalnya lauknya enak.”
Perawat   : “iya pinter. Oya, tadi kata mama adik kalau malam susah tidur ya?”
Pasien      : “iya ni mbak, semenjak dirawat dirumahsakit saya jadi susah tidur.”
Perawat   : “oh gitu, mbak pagi ini mau mengajak adik ngobrol-ngobrol sedikit, mbak juga mau mengkaji tentang masalah tidur adik. Agar nanti bisa tahu apa penyebabnya. Apa adik bersedia?”
Pasien      : “iya mbak boleh kok.”
Perawat   : “baiklah kalu begitu. Tempatnya disini aja, waktunya juga nggak lama kok dik, sekitar 15 menit aja. Nanti adik bisa cerita mengenai masalah tidur adik. ”
Pasien      : “iya mbak.”

        3.          FASE KERJA
Perawat   : “oya, biasanya dalam sehari adik tidur berapa jam?”
Pasien      : “saya biasa tidur jam 9 mbak,bangunnya jam 6.  Jadi sekitar 9 jam mbak.”
Perawat   : “menurut adik 9 jam itu sudah cukup atau tidak buat adik?”
Pasien      : “sudah cukup kok mbak.”
Perawat   : “berarti tidurnya sudah cukup ya. biasanya kalau dirumah tidurnya sendiri atau ditemani?”
Pasien      : “tidur sendiri kok mbak.”
Perawat   : “biasanya sebelum tidur ngapain dulu?”
Pasien      : “biasanya minum susu, pipis, sikat gigi, habis itu dengerin musik  mbak sambil tiduran nanti ketiduran sendiri.”
Perawat   : “semenjak dirumahsakit kebiasaannya masih sama nggak?”
Pasien      : “disini nggak ada musik mbak,jadi saya agak susah untuk tidur.”
Perawat   : “oh gitu..selain dengerin musik, apa aja yang biasa adik pakai untuk tidur? Mungkin adik dirumah terbiasa pakai boneka atau apa?”
Pasien      : “disini nggak aga guling mbak, saya susah tidur kakau nggak ada guling.”
Perawat   : “berarti adik biasa mendengar musik sebelum tidur  dan tidur biasanya menggunakan guling ya?”
Pasien      : “iya mbak.”
Perawat   : “masih ada masalah lagi?”
Pasien      : “udah nggak ada mbak.

      4.            FASE TERMINASI
Perawat   : “baiklah adik kalau sudah tidak ada keluhan lagi, dari kita ngobrol-ngobrol tadi, adik susah tidur karna ada kebiasaan yang biasa dilakukan dirumah tapi dirumahsakit tidak dilakukan dan karna nggak ada guling ya?”
Pasien      : “iya mbak.”
Perawat   : “baiklah kalau begitu nanti mbak akan berbicara kepada mama nya adik dulu ya. Gimana perasaannya setelah kita ngobrol tadi?”
Pasien      : “seneng kok mbak.”
Perawat   : “mbak juga senang bisa ngobrol sama adik. Baiklah mbak permisi dulu ya. Nanti mbak datang lagi buat mengantar guling. Adik istirahat saja dulu. Makasih ya sudah mau diajak ngobrol. Selamat pagi”
Pasien    : “iya mbak, sama-sama. Selamat pagi juga.”