Standart Operasional Prosedur, info, cara, dan seputar materi keperawatan, medis dan otomotif. . .terima kasih atas kunjungannya,kembali lagi lain waktu dan juga jangan lupa di bookmarks di browser kalian.

Minggu, 02 Maret 2014

cara dan prosedur (SOP) HUKNAH RENDAH DAN HUKNAH TINGGI

   HUKNAH RENDAH DAN HUKNAH TINGGI
       
STANDARD
OPERSIONAL
PROSEDUR
    
PENGERTIAN
Memasukkan cairan melalui anus sampai ke kolon sigmoid (untuk
huknah rendah) atau sampai kolon desenden (untuk huknah tinggi)
TUJUAN
1.  Merangsang peristaltic usus agar pasien bias buang air besar 
2.  Mengosongkan usus sebagai persiapan tindakan operasi,
colonoscopy 
KEBIJAKAN
1.  Pasien obstipasi 
2.  Akan dilakukan operasi 
3.  Pemeriksaan diaknostik 
PETUGAS  Perawat
PERALATAN
1.  Irigator lengkap dengan kanul dan slang 
2.  Air hangat 
a.  Bayi              : 150 – 250  cc 
b.  Anak             : 250 – 350  cc 
c.  Usia sekolah : 300 – 500  cc 
d.  Remaja         : 500 – 700  cc 
e.  Dewasa        : 750 – 1000 cc 
3.  Standart 
4.  Perlak dan pengalas 
5.  Bengkok 
6.  Pispot dan botol cebok 
7.  Selimut mandi 
8.  Tissue toilet 
9.  Jelly 
10. Hand Schoen 
PROSEDUR
PELAKSANAAN
A.  Tahap PraInteraksi 
1.  Melakukan pengecekan program terapi 
2.  Mencuci tangan 
3.  Menempatkan alat di dekat pasien 
B.  Tahap Orientasi 
1.  Memberikan salam dan menyapa nama pasien 
2.  Menjelaskan tujuan  dan prosedur pelaksanaan 
3.  Menanyakan persetujuan dan kesiapan pasien 
C.  Tahap Kerja 
1.  Menjaga privacy 
2.  Mengatur posisi (miring kiri untuk huknah rendah,
miring kanan untuk huknah tinggi) 
3.  Meletakkan perlak dan pengalas dibawah bokong
klien 
4.  Mengganti selimut pasien dengan selimut mandi 
5.  Meletakkan pispot dekat tempat tidur 
6.  Menggantungkan irrigator yang telah diisi air hangat
pada standart dengan ketinggian 50 cm (huknah
rendah) atau 30 cm (huknah tinggi) 
7.  Mengeluarkan udara dalam selang, kemudian
menutup klem kembali 
8.  Menggunakan hand schoen 
9.  Membuka bokong hingga anus terlihat 
10. Mengoleskan jelly pada kanule rectal kemudian
memasukkannya secara perlahan , mengarah ke
Umbilicus, panjang insersi (D: 7,5 – 10 cm, A: 5 –
7,5 cm, B: 2,5 – 3,5 cm) 
11. Menginstruksikan pasien untuk tidak menahan
masuknya kanul ke anus dengan cara
menghembuskan nafas perlahan melalui mulut 
12. Membuka kran dan biarkan larutan masuk dengan
perlahan 
13. Menutup kran bila air dalam irrigator habis atau bila
pasien tidak dapat menahan untuk BAB 
14. Memegang pangkal kanule dengan tissue, tarik
kanule dari anus 
15. Memasang pispot dibawah bokong pasien untuk
BAB 
16. Membersihkan anus 
17. Merapikan pasien 
D.  Tahap Terminasi 
1.  Melakukan evaluasi hasil tindakan 
2.  Berpamitan dengan klien 
3.  Membereskan alat-alat dan kembalikan alat ketempat
semula 
4.  Mencuci tangan 
5.  Mencatat kegiatan dalam lembar catatan perawatan