Standart Operasional Prosedur, info, cara, dan seputar materi keperawatan, medis dan otomotif. . .terima kasih atas kunjungannya,kembali lagi lain waktu dan juga jangan lupa di bookmarks di browser kalian.

Rabu, 13 September 2017

Apa Itu Bedah Oncologi ? Penjelasan, resiko, dan kebutuhan.

Didha's blog - kali ini saya mau menjabarkan sedikit apa itu bedah oncologi,
Bedah oncologi (tumor) adalah bidang kedokteran yang berfokus pada menejemen bedah kanker. Departemen bedah oncologi (tumor) merupakan landasan penting layanan klinis pada national cancer canter singapore (NCCS), karna hampir semua tumor memerlukan keahlian bedah untuk mengambil jaringan untuk di diagnosi, oerawatan pertama untuk hampir semua tumor padat adalah reseksi bedah.

Dalam gambaran umum Operasi onkologi adalah cabang ilmu kedokteran yang merujuk pada metode untuk mengobati tumor yang bersifat kanker. Tujuan utamanya adalah mengangkat pertumbuhan kanker abnormal yang menginfeksi tubuh, melalui operasi. Meskipun mengangkat kanker tidak berarti menyembuhkan penyakit tersebut, tindakan ini dianggap sebagai komponen penting dalam pengobatan kanker, dan sebagai dasar penanganan kanker. Tindakan operasi onkologi seringkali didukung dengan tindakan tambahan, seperti kemoterapi, terapi radiasi, dan pengobatan biologis. Cabang ini menjadi hal yang berbeda dengan operasi umum, karena lebih khusus pengobatan kanker terpusat yang diciptakan sebagai respon terhadap pertumbuhan penyakit kanker yang meningkat. Operasi onkologi juga terus berkembang, karena teknik operasi tradisional telah berubah menjadi modern, dan tidak begitu berisiko.

Siapa Yang Harus Melakukan Dan Hasil Yang Dapat Di Harapkan ?
Operasi onkologi adalah pengobatan medis yang dibutuhkan untuk menangani orang-orang yang sakit karena adanya pertumbuhan kanker. Operasi yang dilakukan dapat mengangkat tumor yang tumbuh atau memperbaiki bagian tubuh, di mana kanker telah menyebar. Dengan demikian, operasi onkologi atau kanker, dikategorikan berdasarkan tujuannya, yaitu:

Operasi Pencegahan – Mereka yang memiliki risiko tinggi mengembangkan penyakit kanker karena riwayat kesehatan keluarga atau kondisi genetik yang telah ada, dapat melakukan pencegahan tanpa menunggu munculnya tumor ganas. Tindakan ini dilakukan untuk mencegah kanker berkembang dari awal. Operasi onkologi jenis ini, mengangkat jaringan atau organ yang rentan terhadap jenis kanker yang mungkin berkembang pada tubuh orang tersebut. Sebagai contoh, wanita dengan riwayat keluarga yang memiliki kanker payudara, dapat memilih melakukan mastektomi walaupun tanpa didiagnosa mengidap kanker.

Operasi pemeriksaan – Operasi onkologi terkadang dilakukan untuk memastikan tumor yang dicurigai sebagai kanker, biasanya dengan mengambil sampel kecil dari tumor sehingga dapat dipelajari di bawah mikroskop. Tindakan ini, disebut sebagai biopsi, dapat dilakukan dengan teknik minimal invasif, dan merupakan cara paling efektif untuk menentukan, apakah tumor yang ada ganas atau jinak (non-kanker).

Menentukan stadium kanker – Klasifikasi kanker kadang membutuhkan beberapa kali operasi; ini dilakukan untuk menentukan stadium kanker, yang merupakan faktor penting dalam membuat rencana pengobatan bagi pasien. Operasi dalam bentuk ini dijalankan untuk mengevaluasi ukuran tumor dan memeriksa apakah kelenjar getah bening telah terinfeksi.

Pengobatan awal – Dalam banyak kasus kanker, operasi adalah awal dari pengobatan kanker dengan tingkat kesuksesan yang tinggi, karena tindakan ini akan mengangkat tumor yang ganas dari tubuh. Jika infeksinya masih bersifat lokal dan belum menyebar ke bagian tubuh lain, pemoperasian cukup untuk mengobati penyakit. Namun, jika sebaliknya pasien akan membutuhkan terapi lainnya.

Menghilangkan beberapa gejala – Operasi kanker adalah tindakan yang dapat juga digunakan untuk menghilangkan beberapa gejala yang dialami pasien karena panyakit ini, seperti rasa sakit yang disebabkan oleh tumor yang menekan saraf atau tumor yang mempersempit saluran usus.

Bagaimana Cara Kerja Operasi Kanker ?
Operasi kanker dilakukan dengan banyak cara, baik menggunakan teknik tradisional ataupun modern. Operasi kanker tradisional adalah mengangkat seluruh tumor ganas dari tubuh; untuk melakukan hal ini, dokter bedah akan membuat sayatan, tidak hanya untuk mengangkat tumor yang teinfeksi, namun juga jaringan sehat di sekitarnya; ini dilakukan guna memastikan bahwa kanker telah sepenuhnya terangkat. Dalam beberapa kasus, kelenjar getah bening yang terinfeksi juga perlu diangkat dengan operasi.
Selain operasi terbuka tradisional, kanker juga dapat diobati dengan operasi menggunakan teknologi-teknologi tertentu, seperti:
  • Cryosurgery – Operasi jenis ini bekerja dengan membekukan tumor untuk menghancurkan sel kanker. Tindakan ini juga bekerja sebagai operasi onkologi pencegahan.
     

  • Electrosurgery – Operasi ini menggunakan frekuensi tinggi dari arus listrik untuk menghancurkan sel kanker. Operasi jenis ini paling efektif dilakukan pada kanker kulit atau mulut.
  • Operasi laser – Teknologi laser adalah alat lainnya yang efektif untuk mengobati kanker, karena intensitas cahaya laser yang tinggi mampu untuk menciutkan dan menguapkan sel kanker dalam tubuh. Teknik ini secara luas lebih disukai karena teknologi laser memungkinkan dokter bedah mengenai bagian dengan sel kanker secara spesifik, sehingga meminimalisir rusaknya sel yang sehat.
  • Operasi dengan bantuan robot – Operasi bedah dengan bantuan robot memungkinkan dokter bedah untuk melakukan bedah yang dipandu dengan gambar 3 dimensi pada bagian yang terinfeksi. Alat-alat bedah terhubung dengan tangan robot yang dapat dikendalikan yang membuat dokter bedah dapat melakukan tindakan hanya dengan mengendalikan manuvernya. Ini seringkali dilakukan hanya untuk mengoperasi bagian yang sulit dijangkau.
  • Operasi Mohs – Cara paling efektif untuk menghilangkan sel kanker yang menjangkit di bagian kuliy yang sensitif adalah operasi Mohs. Tindakan ini menghilangkan pertumbuhan kanker selapis demi lapis hingga seluruh sel yang terinfeksi berhasil dihilangkan.
  • Operasi Orifisium – Saat ini masih dikembangkan, teknologi operasi kanker ini bertujuan untuk menghilangkan sel yang terjangkit pada organ perut tanpa perlu membuat sayatan. Alat-alat bedah ini memanfaatkan lubang alami tubuh yang terbuka, seperti mulut, vagina, atau rektum.
  • Jenis kanker tertentu membutuhkan operasi khusus, dikategorikan berdasarkan jenis kanker yang diobati atau teknologi yang digunakan selama tindakan operasi. Kanker paru-paru seringkali membutuhkan bedah untuk mengangkat satu atau kedua paru-paru pasien, tindakan ini disebut sebagai lobektomi dan pneumonektomi. Pada kasus kanker payudara, pasien perlu melakukan mastektomi, yang mengacu pada pengangkatan seluruh payudara, atau lumpektomi, di mana hanya sebagai payudara terjangkit yang diangkat.
  • Kemungkinan Komplikasi Dan Resiko
    .
  • Semua tindakan operasi memiliki risiko. Risiko dari bedah kanker adalah:
    • Rasa sakit – Ini merupakan hal yang normal, merasakan sakit setelah operasi pembedahan untuk menghilangkan kanker. Namun, beberapa tindakan, menyebabkan rasa sakit lebih karena lokasi kankernya, dan seberapa luasnya, serta teknik yang digunakan.
    • Infeksi – Seperti bedah lainnya, bagian yang dioperasi rentan terhadap infeksi, terutama saat operasi baru selesai. Dokter penyakit dalam atau onkologis yang memeriksa pasien dapat menyediakan instruksi perawatan paska operasi yang benar untuk menjauhkan infeksi. Jika infeksi terjadi, maka pasien membutuhkan antibiotik.
    • Terganggunya fungsi organ – Tidak ada jaminan bahwa organ atau bagian tubuh yang terjangkit akan berfungsi secara normal setelah operasi pengobatan kanker. Faktanya, beberapa operasi membutuhkan pengangkat seluruh bagian organ. Setelah operasi, pasien akan diajarkan bagaimana hidup dengan fungsi organ yang terganggu.
    • Pembekuan Darah – Meskipun risiko terjadinya pembekuan darah sangat kecil, ini adalah risiko yang dimiliki hampir semua jenis operasi bedah. Komplikasi serius ini biasanya muncul selama masa penyembuhan dan dapat menyebabkan rasa sakit luar biasa serta pembengkakan.
    • Pendarahan – Seperti operasi lainnya, bedah kanker membawa risiko pendarahan tertentu.
    Dokter bedah onkologi Anda akan mengambil semua langkah yang diperlukan mencegah berkembangnya komplikasi dan risiko. Jika Anda memiliki kekhawatiran, pastikan Anda membicarakannya dengan dokter bedah dan ahli onkologi.