Standart Operasional Prosedur, info, cara, dan seputar materi keperawatan, medis dan otomotif. . .terima kasih atas kunjungannya,kembali lagi lain waktu dan juga jangan lupa di bookmarks di browser kalian.

Selasa, 18 Maret 2014

Pengertian Vertigo

Vertigo merupakan keadaan dimana
seseorang merasa dirinya atau ruangan
disekitarnya seolah berputar. Perasaan
ini disebabkan oleh virus, penurunan
aliran darah ke otak, trauma kepala,
iskemi sementara karena obat-obatan
dan alkohol, migrain, dan beberapa
kasusu epilepsi.
Vertigo bukanlah penyakit, melainkan
gejala penyakit yang penyebabnya
bervariasi. Kata vertigo berasal dari
bahsa yunani Vetere yang artinya
berputar.
Vertigo bisa berlangsung hanya
beberapa saat atau bisa berlanjut
sampai beberapa jam bahkan bilangan
hari. Vertigo bisa terjadi pada saat
melakukan perjalanan jauh, naik
kendaraan dijalan yang berliku.
Namun terkadang vertigo hanya
disebabkan oleh stres. Sebagian besar
kasus vertigo tidak diketahui
penyebabnya, sehingga terapi lebih
banyak bersifat simtomatik dan
rehabilitatif.
    Konsep terbaru menyatakan, penggunaan
betahistine pada dosis yang lebih tinggi,
memiliki efektivitas pengobatan vertigo
yang lebih baik. Setidaknya sistem
keseimbangan tubuh manusia diatur
oleh 3 bagian, yaitu : sistem vertibuler
yang berada di telinga dalam, kemudian
sistem visual dan sistem proprioceptive.
Menurut Dr. Eva Dewati Sp.S dari
Departemen Ilmu Penyakit Syaraf FKUI/
RSCM, Jakarta, jika ketiga sistem tersebut
tidak bekerja dengan baik maka orang
tersebut akan mengalami dizziness .
Semua sistem tersebut dikoordinasikan
dalam batang otak atau serebum dan
diteruskan melalui thalamus, dan
berakhir di lobus temporalis. Itulah juga
mengapa jika seseorang mengalami lesi
di daerah lobus temporal, pasien
kemudian memgalami keluhan vertigo.
Vertigo merupakan salah satu bagian dari
dizziness (gangguan keseimbangan) yang
memliki pengertian sebuah ilusi dimana
seseorang merasa dirinya bergerak
terhadap sekitarnya atau lingkungan yang
bergerak terhadap dirinya. Dikatakan oleh
Dr. Eva, vertigo merupakan bagian dari
gejala, bukan nama penyakit. Vertigo
disebabkan oleh banyak faktor, hingga
tugas dokter kemudian untuk menemukan
penyebab vertigo.
JENIS VERTIGO
Dikatakan oleh Dr. Eva, gangguan
kesehatan di bagi menjadi 4 tipe, yaitu
vertigo vestibular, verigo non vestibular,
prensinkop dan disequilibrium. Fokus
pada vertigo, pada vvertigo vestibuler ia
memiliki gejala berupa; rasa berputar,
serangan yang terjadi episodik, disertai
muntah, isa disertai atau tidak disertai
gangguan pendengaran , gerakan
pencetus vertigo adalah gerakan kepala,
tanpa adanya situasi yang
mencetuskannya.
Sementara pada vertigo non vestibular,
biasanya di sertai dengan tanda-tanda
seperti ; rasa melayang atau hilangnya
keseimbangan, serangan biasanya terjadi
terus-menerus, tanpa mual/muntah, tanpa
gangguan pendengaran, pencetus vertigo
berupa gerakan objek viusal dengan situasi
pencetus berupa keramaian atau lalu lintas
yang padat. “ Jadi jika ada pasien
mengalami rasa berputar saat berada di
tempat ramai, bisa di pastikan ia
mengalami vertigo non vestibular.
Menurut Dr. Eva ketika pasien sudah
bisa di pastikan ia mengalami vertigo
vestibular, langkah selanjutnya yang
harus di lakukan dokter adalah
menentukan apakah ini jenis yang
centarl atau yang peripheral. Mengapa?
Karena konsekuensi yang terjadi sangat
berbeda. Dikatakan, jika pasien
mengalami verigo tipe central dokter
harus melakukan pengobatan secepat
mungkin. Karena keterlambatan
pengobatan vertigo akan mengakibatkan
sequel, bahkan dampak yang lebih
buruk lagi pada pasien.
Secara klinis untuk membedakan
peripheral atau central, dapat dengan
mudah dilakukan. Pada tipe peripheral
awitan biasanya mendadak dengan mual
dan muntah berat sering disertai
gangguan pendengaran dengan
kompensasi atau resolusi yang cepat.
Sementara tipe central awitan umumnya
datang perlahan seperti digoyang baru
timbul rasa berputar. Gejala vertigo mual
dan muntah pada tipe ini bervariasi dari
ringan hingga berat, jarang ditemukan
gangguan pendengaran dan umumnya
resolusi yang terjadi lambat. Dr. Eva
mengingatkan, bahwa pada pasien-
pasien vertigo, sebagai dokter kita harus
selalu mencari tanda-tanda terjadinya
devisit neurologi, mulai dari tingkat
kesadaran, pemeriksaan nervous 1-12,
anamnesis yang rinci dan ada tidaknya
gangguan kelumpuhan.