Standart Operasional Prosedur, info, cara, dan seputar materi keperawatan, medis dan otomotif. . .terima kasih atas kunjungannya,kembali lagi lain waktu dan juga jangan lupa di bookmarks di browser kalian.

Kamis, 15 Mei 2014

Bahaya tranplantasi ginjal

Jakarta - Kebanyakan orang yang kepepet
ekonominya mengambil jalan pintas menjual satu
ginjalnya tanpa berpikir dampaknya dimasa
mendatang. Meski bisa hidup dengan satu ginjal,
kemungkinan besar pelaku penjual ginjal berisiko
ikut terkena sakit ginjal yang parah di kemudian
hari.
Di negara berkembang peristiwa jual beli ginjal
banyak dilakukan secara ilegal. Indonesia
merupakan salah satu negara yang ditengarai
menjadi tempat makelar beraksi untuk mencari
orang yang bersedia menjual ginjalnya.
Seperti yang dilakukan Kania, gadis berusia 20
tahun yang tinggal di Bandung. Karena alasan
ekonomi keluarga Kania memasang iklan menjual
ginjalnya dengan harga Rp 600 juta.
Jual-beli ginjal memang semakin marak
meskipun tindakan tersebut dianggap ilegal oleh
pemerintah. Kasus Kania menjual ginjalnya
bukanlah yang pertama dan terakhir.
Padahal memiliki satu ginjal tidak sama dengan
dua ginjal. Orang dengan satu ginjal harus bisa
menjaga fungsi ginjal dengan baik agar terhindar
dari infeksi ginjal atau saluran urin lainnya
melalui pola hidup yang sehat serta tidak boleh
terlalu lelah.
Karena jika ginjal tidak mampu menjalankan
tugasnya baik, maka kemungkinan muncul risiko
lebih besar, akibat tidak ada lagi cadangan ginjal
untuk membantunya.
Seperti dikutip dari Scientificamerican, Senin
(19/10/2009) jika hanya memiliki satu ginjal saja,
maka organ tersebut harus bekerja lebih keras.
Karena nefron ginjal,--suatu unit terkecil dari
ginjal yang memiliki fungsi untuk menyaring
darah dan terletak pada lapisan luar ginjal,--
akan berkurang fungsinya sebesar 1 persen setiap
tahunnya setelah seseorang berusia 40 tahun.
Sumber detik.com